Senin, 08 September 2014

"Surat dari Rasulullah SAW"

Anak-anak usia dini memang unik dan terkadang tanpa sadar telah membuat kita  tersenyum. Karena kepolosan sekaligus kecerdasan yang Allah SWT karuniakan menyimpan sesuatu yang berharga yang kelak akan berguna ketika mereka sudah dewasa. Ada saja ulah mereka yang tidak pernah kita sangka…dan…ya memang itulah anak-anak.

Dalam satu pertemuan pembelajaran di kelas, Saya memberikan materi tentang Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW. Pada penghujung pembelajaran, ada kegiatan membaca Solawat Badar. Saya menyampaikan kepada mereka bahwa dengan membaca Solawat Badar berarti kita telah mendoakan Rasulullah SAW. Saya merasa belum lengkap rasanya jika penyampaian pembelajaran hari itu tidak ada klimaksnya. Akhirnya, sebagai penutup Saya membacakan “Surat dari Rasulullah SAW” yang saya karang sendiri secara tiba-tiba. Saya ambil selembar kertas kosong, dan mulai membaca tanpa tulisan sedikitpun di atas kertas tersebut, isi suratnya: “Assalamu’alaikum Wr. Wb., anak-anak yang hebat dan soleh, terima kasih kalian sudah bersikap kasih dan sayang terhadap sesama, sudah mau menolong dan berbagi dengan orang lain. Semoga Allah SWT selalu menyayangi kalian. Wassalamualaikum Wr. Wb.” Anak-anak terdiam menyimak saya membacakan surat itu, meskipun mereka tahu bahwa tidak ada tulisan apapun di atasnya.

Selang beberapa menit, saat waktu snack time hampir selesai, seorang siswa menghampiri saya, Dimas namanya. Dengan semangatnya ia berkata “Teacher, ada surat untuk Teacher” sambil memberikan kertas yang sudah ia lipat. “Terima kasih ya Dimas, nanti Teacher baca ya” jawab Saya. Penasaran dengan surat itu, Saya langsung membuka lipatan kertasnya. Sekilas tidak ada yang istimewa, isinya adalah tulisan tangan Dimas sendiri. Setelah saya baca, ada yang unik…dan saya tersenyum bangga, ternyata Dimas memberikan respon yang baik terhadap materi yang saya sampaikan. Suratnya berisi ucapan “Terima kasih dari Rasulullah SAW”, redaksinya: “Anak-anak yang baik, terima kasih sudah membacakan Solawat Badar, semoga kalian masuk surga semuanya, amin”.


Dalam pikiran saya berkata “apalagi yang ada dalam benak kalian nak, Teacher menunggu untuk selalu tersenyum”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar