Matahari perlahan terbenam, siang pun berganti malam. Bulan dan bintang
mulai menyapa makhluk-Nya. Setelah seharian bermain, Kancil dan Buaya bergegas
pulang.
Kancil bernyanyi: “matahari
terbenam hari mulai malam...”. Buaya mengamati keadaan sekelilingnya yang sepi
karena jarang manusia yang berlalu lalang. Buaya: “Cil, kok jalan sepi banget
ya? Orang-orang pada kemana?. Kancil: “lha ini kan sudah hampir malam, mereka
beristirahat setelah seharian bekerja, mereka berkumpul dengan keluarganya”.
Buaya: “Anak-anak mereka ngapain cil?”.
Kancil: “kamu ini gimana sih...anak-anak kan harus belajar dan istirahat
untuk masuk sekolah besok. Memangnya kamu ga pernah sekolah?”. Buaya: “Pernah
dong, Cil. Aku malah sering menjadi juara di sekolahku”. Kancil: “Waah diam-diam
hebat juga kamu, Ya”. Buaya: “Iya dong, anak mama gitu lho?”. Kancil: “memang
pernah jadi juara apa saja kamu, Ya?”. Buaya (sambil garuk-garuk kepala):
“mmmm...itu cil...juara lomba makan kerupuk, makan es krim, makan uduk dan
makan nasi rames”. Kancil: “hahaha....waah kalau itu jelas kamu jadi juara.
Kamu kan juara makan cilok sekecamatan rawa balong kan? Kalau masalah makan,
yang lain nyerah deeh..”. Buaya: “Cil, jawab pertanyaanku ya?”.
Kamu hebat, jawab pertanyaan di bawah ini ya!
-
apa yang kamu lihat di malam hari?
-
di mana kamu melihatnya?
-
ke mana orang-orang di malam hari?
-
siapa yang membutuhkan istirahat?
-
mengapa harus istirahat?
-
bagaimana manusia dan hewan tidur?
Tiba-tiba mereka mendengar suara aneh. Buaya terperanjat melihat sesosok
bayangan hitam berkelebat di depannya.
Buaya: “Tolooong!!...Cil ada
makhluk aneh yang ga jelas tuh, laaarriii...”. Kancil: “tunggu ,Ya...!!”.
Buaya: “Jangan-jangan makhluk luar angkasa, Cil”. Kancil: “Iya, bisa gawat
kalau kita sampai tertangkap dan dibawa ke planet mereka”. Sepuluh menit
kemudian, Kancil (terengah-engah): “Kurasa sudah jauh kita lari, Ya, keadaan
sudah aman”. Buaya: “Oke Cil kita istirahat di sini saja”. Baru beberapa menit
mereka istirahat makhluk itu datang kembali. Kancil-Buaya: “Laaarriiii..!!!”.
Mereka saling bertabrakan ”Gubrak!!”. Kancil:
“Aduuh, ampun, tolong jangan tangkap kami, kami masih banyak dosa”. Buaya:
“Iya, kemarin aku makan baso di warungnya Owl belum bayar, ampuun”. Ternyata
makhluk itu adalah Owl si burung hantu. Owl: “Hahaha...hey kalian kira aku ini
alien ya? Hahaha..aku ini Owl tahu..”. Buaya: “Hah, kamu Owl toh?”. Kancil:
“Kok kamu tega sih nakutin kami berdua”. Owl: “Aku tidak bermaksud menakuti
kalian. Kalian saja yang lari ketakutan”. Buaya: “Terus kamu ngapain dong
ngikutin?”. Kancil: “Memangnya kamu dari mana?”. Owl: “Aku baru pulang dari
rumah pamanku, pas kebetulan aku melihat kalian berdua, eh pas aku deketin
kalian malah lari terbirit-birit”. Buaya: “aduuh jantungku terasa copot nih,
Owl”. Owl: “memangnya apa yang kalin takutkan sih?”. Buaya: “tadi kami
mendengar suara-suara aneh dan ada bayangan hitam berkelebat”. Kancil: “Kalau
aku, mendengar Buaya berteriak dan lari, aku jadi ikut-ikutan lari juga”. Owl:
“Waah kalau kalian penakut bisa berbahaya untuk diri kalian sendiri, apapun
bisa jadi serem tuuh. Kata pak ustaz kita harus berdoa supaya selamat”. Buaya:
“tapi tadi beneran serem, ada bayangan dan suara-suara aneh”. Owl: “Oh..ayo,
aku akan jelaskan sambil kita melanjutkan perjalanan”. Owl: “malam hari adalah
waktu istirahat manusia dan hewan. Manusia berkumpul bersama keluarganya,
mereka makan malam bersama, bercerita dan belajar. Tetapi ada juga binatang
yang beristirahat siang hari dan beraktivitas malam hari. Bayangan yang kalian
lihat itu adalah aku, dan suara aneh yang kalian dengar itu binatang yang
keluar malam hari”. Kancil-Buaya: “binatang apa yang keluar malam hari, Owl?”
Kamu hebat, jawab pertanyaan di bawah ini ya!
-
Tahukah kamu binatang yang keluar malam hari? Coba sebutkan ya!
-
coba kamu tirukan suara-suara binatang tersebut?
-
sebelum kamu tidur, coba kalian amati dan dengarkan suara binatang malam hari!
-
ceritakan di depan temanmu ya.
Owl:
“sekarang kalian sudah tahu kan binatang yang keluar malam hari?”. Kancil:
“iya, kamu ga perlu takut lagi, Ya”. Buaya: “Iya..iya...sekarang aku berani,
Cil. Kamu juga jangan ikut-ikutan lari ya, Cil”. Kancil (sambil garuk kepala):
“hehehe...iyaaa”. Di persimpangan mereka berpisah. Kancil-Buaya: “terimakasih
ya Owl, sampai ketemu lagi”. Owl: “Iya, selamat malam”. Owl melanjutkan
perjalanan sambil bernyanyi: “Matahari terbenam hari mulai malam, kudengar
burung hantu suaranya merdu, kukuk kukuk kukuk kukuk kukuk, kukuk kukuk kukuk
kukuk kukuk”.
Kamu hebat, ayo nyanyikan lagu “Burung
Hantu”!