Palestina berduka adalah berita yang disuguhkan hampir setiap hari. Anak-anak sering melihat tayangan berbagai macam korban dengan kondisi yang mengenaskan. Tayangan yang demikian sangat miris bagi anak-anak yang masih polos. Mereka belum dapat memahami sisi positif dan negatif dari berita yang mereka peroleh. Tentu saja sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memberikan pemahaman yang cukup tentang nilai-nilai dari peristiwa tersebut. Akan tetapi, kita terkadang mempunyai keterbatasan untuk memberikan informasi yang benar dengan cara yang sesuai kondisi psikologinya dan tidak mungkin menjauhkan anak dari informasi yang demikian cepat melalui berbagai media.
Salah satu cara/metode yang pernah penulis gunakan bisa menjadi referensi kita para pendidik untuk memberikan informasi yang benar bagi anak-anak sekaligus dikaitkan dengan indikator pembelajaran di kelas.
Informasi tentang korban palestina penulis kaitkan dengan materi Kasih Sayang Nabi Muhammad. Di mana siswa melakukan aktivitas tambahan melalui permainan "Bom Meledak". Penulis sampaikan bahwa salah satu sikap kasih sayang adalah dengan menolong korban "Bom Meledak". Adapun aturan permainan sebagai berikut:
1. Siswa dibagi peran. Ada yang menjadi relawan, dokter, dan korban.
2. Korban adalah orang yang terkena "bom". Suara bom bisa menggunakan mulut dengan pengeras suara.
3. Relawan bertugas menyelamatkan para korban dengan menggotong, menggandeng, dan sebagainya.
4. Dokter bertugas memeriksa dan mengobati para korban.
5. Permainan bisa dilakukan di ruangan indoor karena para korban nanti ada yang merangkak, jongkok, tiarap dan sebagainya.
Permainan dimulai dari guru sebagai "Komandan" memerintahkan sekelompok siswa untuk menuju sebuah lokasi penyelamatan. Di lokasi tersebut, siswa terkena "bom" dan menjadi korban dengan gayanya masing-masing menggambarkan kondisi yang terjadi. Kemudian relawan datang menolong untuk menyelamatkan dengan cara menggotong, menggandeng, mendukung dan lain sebagainya. Setelah korban di bawa ke lokasi aman, mereka diperiksa dan diberikan perawatan dan pengobatan oleh para dokter yang bertugas. Permainan dilakukan sampai seluruh siswa bisa bergantian memerankan perannya.
Pengalaman penulis ketika menggunakan permainan ini, sangat unik, asyik, dan siswa tidak merasa mereka sedang belajar. Bahkan ada beberapa siswa yang meminta bermain kembali. Tentu saja Guru harus memberikan penguatan tentang sikap kasih sayang yang harus dipahami siswa. Penulis meyakini, masih banyak strategi pembelajaran yang lebih unik dan mengasyikan yang bisa kita lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar