Pada sub
tema “Kegiatan Malam Hari” terdapat materi operasi pengurangan. Suasana begitu
aktif dan menyenangkan karena pemberian materi dikemas melalui sebuah cerita
yang interaktif “Kancil dan Buaya”. Begini ceritanya: Buaya dan Kancil
penasaran kenapa pada malam hari mereka jarang melihat manusia melakukan
aktivitas. Akhirnya Buaya dan Kancil mencoba mencari jawabannya dengan
mengamati sebuah keluarga yang sedang berkumpul di dalam rumahnya. Dari balik
jendela, Buaya melihat keluarga tersebut sedang berkumpul bersama mengelilingi
sebuah meja yang terdapat berbagai macam makanan di atasnya. Kancil menjelaskan
kepada Buaya bahwa mereka akan melakukan kegiatan makan malam bersama.
Buaya dan
Kancil melihat macam-macam masakan, seperti: tahu goreng, tempe goreng, sambal,
sayur asam, dan lain-lain. Mereka tergiur dan berencana meminta ijin ikut makan
bersama keluarga tersebut. Tetapi mereka ingin tahu apakah jumlah masakan
tersebut cukup untuk mereka. Akhirnya Kancil dan Buaya mulai menghitung.
Setelah jumlahnya didapat, tiba-tiba buaya kaget karena jumlah yang sekarang
sudah berkurang, lantas kemana ya?. Pada moment inilah guru mengenalkan operasi
pengurangan dengan menggunakan alat bantu untuk menghitung berupa potongan
balok kayu.
Setelah
Kancil dan Buaya melakukan latihan operasi pengurangan, tiba-tiba mereka diajak
masuk oleh Udin, salah satu anggota keluarga tersebut yang sudah mengetahui
keberadaan Kancil dan Buaya. Udin memberikan Kancil dan Buaya tempe goreng.
Kancil, Buaya, dan seluruh siswa SD Chandra Buana ikut bersama makan tempe
goreng tersebut. Uniknya, tempe gorengnya terbuat dari balok-balok kayu yang
digunakan sebagai alat bantu latihan operasi pengurangan. Awas nak, jangan
dimakan betulan ya, bisa rusak gigimu !.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar